Trend fashion busana casual 2013

Hampir semua orang senang mengenakan baju kaos kerena simpel dan cocok untuk suasana santai. Apalagi saat cuaca sering panas dan hujan seperti sekarang ini, baju kaus menjadi pilihan yang tepat.

Baju kaos awalnya digunakan sebagai pakaian dalam tentara Inggris dan Amerika pada abad 19 sampai awal abad 20. Sementara masyarakat umum ketika itu belum mengenal penggunaan baju kaos dalam kehidupan sehari hari.

Para tentara yang mengenakan kaos polos tampa desain ini atau biasa disebut kaos oblong hanya ketika udara panas atau aktivitas yang tidak menggunakan seragam. Baju kaos dikenal luas ketika gambar para tentara tampil dalam berbagai majalah dan surat kabar. Dan semakin terkenal ketika dua film Hollywood beredar di Amerika Serikat. Film A Streetcar Named Desire (1951) yang dibintangi Marlon Brando dan film Rebel Without A Cause (1995) yang dibintangi James Dean. Kedua film itu menjadikan baju kaos sebagai pilihan baru untuk pakaian luar.

Sejak itu desain baju kaos terus berkembang, kaos oblong hadir dengan grafis berupa tulisan dan gambar. Bentuk leher kaos juga beragam, ada kaos berkerah yang kemudian disebut polo shirt. Selain lengan pendek ada pula kaos lengan panjang, ketebalan kaos juga beragam ada yang tipis, sedang dan tebal. Modelnya juga ada yang ketat dan ada yang longgar.

Kemeja berasal dari bahasa portugis yaitu camisa,camisa adalah sebuah baju atau pakaian,pakaian ini menutupi tangan,bahu,dada sampai keperut

Busana bermotif polkadot tidak hanya mampu memberi kesan klasik. Motif bola-bola juga dapat diaplikasikan pada berbagai suasana dan tampilan yang beragam.

“Besar atau kecil, polkadot semakin banyak terlihat di berbagai aspek mode, mulai dari kain sampai aksesoris. Motif ini dapat dengan dipadukan untuk berbagai kesempatan.

Dalam sejarahnya, motif polkadot pertama kali muncul di Inggris pada akhir abad ke-19. Istilah “polka dot” pertama kali digunakan di tahun 1854 di majalah The Yale, volume 122, halaman 7. Motif ini terinspirasi dari sebuah telegraf di tahun 1852 yang berisi kode morse yang terdiri dari titik (“dot”) dan garis (“dash”). Melihat kode titik di dalam telegraf, membuat seorang produsen garmen terinspirasi membuat kain bermotif titik-titik berukuran besar.

Seperti juga kain bermotif lainnya, busana polkadot cukup tricky dan harus berhati-hati saat dikombinasikan dengan busana lain. Padu-padankan motif polkadot dengan item busana dengan warna polos untuk menyeimbangkan penampilan. Gunakan motif polkadot dalam busana inti atau aksesoris saja. Ingin tampil klasik dengan dress bermotif polkadot? Seimbangkan penampilan Anda dengan aksesoris minim dan sepatu berwarna polos.

Ukuran motif pun memiliki pengaruh terhadap penampilan Anda. Bagi Anda yang ingin terlihat lebih ramping, pilih motif polkadot kecil-kecil atau hanya disisipkan di bagian busana tertentu.

Kesan yang seringkali muncul dari busana polkadot ialah feminin dan vintage. Tapi jika Anda senang bergaya sporty, Anda dapat memadukan motif polkadot dengan item polos berwarna hitam, abu-abu atau navy blue. Motif polkadot juga dapat dipadukan dengan item fashion kekinian, seperti ankle boots, untuk kesan lebih modern.

Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s